Cara menyambut tamu

Menghormati tamu bukanlah menghidang – hidangkan makanan yang enak – enak dan yang mewah – mewah, akan tetapi dengan sikap yang baik dan juga ramah tamah itupun sudah lebih dari cukup lebih-lebih jika ada hidangan, maka hendaklah di hidangkan kepada tamu. tetapi apakah artinya menghidangkan makanan yang lezat akan tetapi prilakunya menunjukkan acuh tak acuh kapada tamu. Adapun sopan santun dan tata cara menerima tamu yang baik yaitu

  • Pertama : tatkala tamu masuk rumah dan mengucapkan salam, maka hendaklah di jawab dengan salam yang lebih sempurna, dan segera untuk dipersilahkan untuk masuk.
  • Yang kedua : jika tamu suddah masuk hendaklah tamu dipersilahkan untuk duduk. sekalipun tempat duduknya sudah tersedia, karena mempersilahkan duduk adalah tatacara kesopan santunan.
  • Yang ketiga : jika belum kenal hendaklah di tanya siapa namanya, ada keperluan apa, dari mana asalnya, dan perlu dengan siapa dan lain-lain.
  • Yang ke empat : Pada saat menemui tamu hendaklah menunjukkan rasa gembira, wajah yang cerah dan pada saat tamu mau pamit pulang hendaklah menunjukkan rasa kecewa.
  • Yang kelima : Jangan sampai tuan rumah menceritakan kesusahan dan kesempitan dirinya kepada tamunya.
  • yang ke enam : Jika tamu belumperhah bertemu di situ, hendaklah ditunjukkan tempat solat, seperti musolla atau masjid dan di tunjukkan pula kamar kecil, seperti WC, barang kali si tamu hendak berhajat, Hal itu kita lakukan karena biasanyatamu itu merasa untuk bertanya tentang hal itu.
  • Yang ke tujuh : Menemui tamu hendaklah mempersilahkan tamunya itu untuk mengenal situasi dan kondisinya, seperti untuk petani, maka yang di bicarakan adalah masalah petanian,jika peternak maka yang di bicarakan tentang masalah peternakan dan lain sebagainya, agar sitamu bisa untuk menyampaikan pendapat dan pikirannya, hendaklah tuan rumah bertanya kalau tidak demikian maka si tamu hanya menjadi pendengar saja, dan ini kurang baik.
  • Yang ke delapan : Agar pembicaraan antara tamu dengan tuan rumah dapat lancar dan tampak keakraban, maka tuan rumah harus mencari pokok penbicaraan untuk apabila dilihatnya tamu selalu diam, sebab jika tamu diam dan kita juga diam, maka seakan akan ini suatu sikap mengusir tamu.
  • Yang kesembilan : Jika tamu berpamitan untuk pulang hendaklah di cegah seakan akanmerasa keberatan, dan jika tamu itu hendak pulang juga hendaklah diantar sampai depan rumahsebelum tamu itu sudah pergi.
  • ¬†Yang kesepuluh : Menerima tamu jangan sekali – kali melihat jam ketika sedang menemui tamu, sebab yang demikian itu sama halnya menyuruh segera pulang.
  • Yang kesebelas : Jika ada tamu jangan menyapu atau mengepel lantai rumah, dan jika kebetulan lagi menyapu atau mengepel lalu ada tamu, maka lbih baik berhenti terlebih dahulu,untuk segera menyambut tamu itu, dan dilanjutkan setelah tamu itu pamit pulang, tetapi boleh melanjutkannya dengan sarat meminta izin kepada tamunya untuk mengerjakan pekerjaan itu terlebih dahulu. karena tamu adalah raja yang harus dihormati dan juga diperlakukan dengan sebaik yang kita bisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *