Pelit alias bakhil

Orang muslim yang senantiasa memperhatikan ajaran – ajaran agamanya tidak akan memiliki sifat yang satu ini karena akan mendatangkan kerugian yang amat besar di akhirat kelak. Biasanya orang yang pelit, medit, dan juga bakhil, orang muslim yang taat aturan – aturan dan senantiasa mengutamakan atau yang mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang mementingkan keperluan diri sandiri tidak akan bisa melihat orang lain kesusahan apalagi melihat tetangganya tidak makan dia akan selalu untuk membarikan apa yang mereka miliki, dan itu adalah perbuatan yang paling di sukai oleh Allah SWT. Karena menolong saudaranya yang dalam kesusahan adalah sifat yang terpuji namun hal ini kita tidak boleh mengharap pujian atau sanjungan dari orang yang dibantunya.

Mereka selalu untuk memjadikan dirinya lebik baik di pandangan Allah dari pada dari pandangan manusia, karena orang muslim yang selalu mengutamakan perintah agamanya, mereka tidak ingin kebaikan dirinya di ketahui oleh orang lain cukup hanya Allah saja yang mengetahuinya. Itulah sebabnya Allah menyukai orang yang dermawan karena mengharap Ridho Allah SWT semata.

Berbeda dengan orang yang selalu merasa tidak puas dan akibatnya akan menjadi tidak mau membantu sesamanya apalagi dia tau bahwa mencari harta itu tidak mudah akan tetapi juga dia tidak mementingkan kehidupan akhiratnya, jadi lah orang yang pelit bin bakhil sebenarnya orang pelit  ini sangat tidak disukai oleh Allah SWT.

Dalam kisah teladan Untuk Anak Saleh di ceritakan  ada seorang pedakang  yang pelit. Suatu hari, datang seorang pengemis meminta sedekah, istrinya merasa kasihan dan ingin menolongnya, namun pedagang itu mencegahnya, ” jangan kau beri makanan pengemis itu!” serunya sambil mengusir pengemis itu.

Setelah beberapa waktu berlalu, ternyata usaha pedagang suaminya mengalami kerugian besar.akhirnya ia pun jatuh miskin dan menceraikan istrinya, sang istri kemudian menikah lagi dengan sseorang pedagang lain yang dermawan dan baik hati .

Suatu hari datang pengemis meminta sedekah, sang istri kemudian meminta izin kepada suaminya untuk memberikan makanan pada pengemis itu.”silahkan engkau beri  dia makanan secukupnya.” Kata suaminya. Sang istri lalu memberikan makananpada pengemis itu.

 Namun saat itu, sang istri kaget ketika melihat wajah sang pengemis itu. Ya Allah, ternyata pengemis itu , pengemis itu adalah mantan suaminya dulu.” Nah itulah kekuasaan Allah.dan sekarang apa engkau tahu, siapa aku sebenarnya?” Tanya suaminya pada istrinya. “Aku adalah pengemis yang pernah diusir oleh suamimu…” sang istri hanya bisa diam dan terharu. Betepa mudahnya bagi Allah untuk mengubah nasib seseorang .

Telah di terangkan oleh Rasullulah saw dalam sabda-Nya yang artinya : ‘Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang di bawah adalah orang yang meminta”.(HR Bukhari). Karena sebaik baik orang memberi cukup hanya kita dan Allah yang tahu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *